Upacara Adat Siraman Wedding Tradisional Jawa







Upacara Adat Siraman
Wedding Tradisional Jawa
Foto by .Mas Habiib Ajie

"ANUGRAH" Studio Foto & Videografi

Upacara adat siraman merupakan bagian dari serangkaian upacara adat pengantin Jawa Tradisional.
Acara ini di kandung maksud untuk membersihkan semua sukerto / rereged / kotoran yang nampak atau tidak nampak dari calon pengantin .Dengan beberapa uborampe siraman yaitu kembang setaman, selain itu uborampe upacara siraman ini yaitu blaketepe,sambung tuwuh,jajan pasar,dawet ayu, tumpeng robyong dll.
sebelum siraman ini di mulai akan diawali dengan pasang bleketepe dan sambung tuwuh oleh Bapk/Ibu pemangku hajat mantu di lanjutkan dengan sungkeman calon pengantin putri kepada orang tua dikandung maksud untuk memohon do'a restu kepada kedua orang tua yang sudah sejak dalam kandungan sudah merawat,mendidik caoln mempelai putri hingga akhir dewasanya,semoga dengan seijin dan do'a restu Bapak / Ibu  didalam menjalani hidup berumah tangga nantinya bisa selamat,sejahtera terhindar dari semua bahaya dan petaka menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmmah dan berkah.
dilanjutkan dengan siraman yang di lakukan oleh 7 orang pinisepuh yang sudah mantu bubak.air siraaman di ambil dari 7 sumber mata air suci yang sudah di beri kembang setaman dengan harapan selalu memancarkan keharuman,kecantikan sang calon pengantin putri seperti bidadari yang turun dari khayangan.
setelah siraman selesai dilanjutkan calon pengantin putri mengambil air wudlu yang di kucurkan dari kendi pratolo yang di pegang kedua orang tua.kemudian kendi ka pecah oleh sang Bapak sebagai pertanda wis ilang pamore calon pengantin putri.kemudian sang diyah ayu calon pengantin putri di bopong oleh Ayahanda di ikuti sanng Bunda menuju pambilasan untuk di rias oleh perias pengantin
Kemudian di lanjutkan dengan acara Dodol dawet ayu yang dilakukan oleh Bapak/ibu menuju pasar sidodadi.acara dodol dawet ini dikandung maksud agar nanti banya tamu undangan yang hadir memberikan do'a restu kepada kedua mempelai yaitu tamune kemruwet kadyo cendole dawet.
setelah itu dilanjutkan dengan acara tigas rekmo atau potong rambut sedikit sang diyah ayu calon pengantin oleh kedua orang tua,kemudian potongan rambut di tanam di luar rumah dengan harapan ilang sedoyo sukerto mugi tansah manggiho raharjo kalis ing rubedo.
kemudian calon pengantin putri di apit kedua orang tua menuju ketempat wilujengan  tumpeng robyong .Setelah di do'akan oleh seorang kyai / sesepuh dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh bapak/Ibu kemudian mengambilkan sebagian tumpeng + kulupan + ceker & kepala ayam panggangnya Bapak / Ibu menyuapi / dulang yang terakhir kalinya kepada putri nya atau bahasa jawanya SAPIHAN. sebagai tanda bahwa sudah lepas tanggung jawab Bapak / Ibu untuk mengasuh calon pengantin putri karena sudah di pinang dan di nikahi oleh seorang lelaki yang akan memberikakan nafkah lahir dan bathin.kemudian dilanjutkan dengan memberikan minuman air putih kepada calon pengantin putri agar di dalam mengarungi bahtera hidup berumah tangga selalu wening ing pengalih,sabar,ikllas untuk melayani sang suami. ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah dengansemua tamu undangan yang sudah berkenan hadir untuk memberikan do'a restu kepada calon mempelai yang akan menempuh hidup berkeluarga / berumah tangga..


  Narasi : Ki Djunaedi Margijannto Lebdo Carito

0 Comments